Dinamika Ideologisasi Generasi Z di Lembaga Dakwah: Transformasi Peran Mentor dan Dialektika Nilai dalam Ekosistem Digital (Studi Kasus Hidayatullah Balikpapan)
Keywords:
Ideologisasi, Generasi Z, Hidayatullah Balikpapan, Mentor, Ekosistem DigitalAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran masif pola konsumsi informasi pada Generasi Z yang menghadirkan tantangan signifikan bagi lembaga dakwah tradisional dalam menjaga konsistensi internalisasi nilai. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dinamika proses ideologisasi di tengah dominasi arus digital serta memotret transformasi peran mentor dalam merespons perubahan perilaku kader. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus di Hidayatullah Balikpapan, data dikumpulkan secara komprehensif melalui teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam.
Temuan penelitian, yang dianalisis menggunakan kerangka kerja Creswell, menunjukkan bahwa efektivitas ideologisasi Hidayatullah terhadap Generasi Z bertumpu pada kemampuan organisasi dalam mentransformasi otoritas instruksional menjadi otoritas dialogis melalui skema mentoring yang adaptif. Organisasi mengonstruksi ekosistem digital bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai ruang dialektika nilai, di mana kader dibimbing untuk melakukan verifikasi (tabayyun) terhadap arus informasi eksternal. Pendekatan ini memungkinkan nilai-nilai fundamental organisasi tetap terjaga secara dinamis tanpa terjebak dalam kekakuan doktrinal. Hasilnya, kader mampu memahami dan menginternalisasi ideologi secara sadar dan rasional, yang pada gilirannya memperkuat loyalitas serta semangat perjuangan kolektif di atas landasan kesadaran intelektual, bukan sekadar kepatuhan buta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi peran mentor menjadi elemen kunci dalam keberlanjutan kaderisasi dakwah di era disrupsi. Implikasinya, model kaderisasi dakwah di masa depan harus mampu mengintegrasikan otoritas moral dengan pendekatan dialogis yang relevan dengan ekosistem digital guna memastikan resiliensi ideologis generasi muda di tengah kompleksitas informasi global.
Downloads
References
Azra, A. (2017). Transformasi politik Islam: Radikalime, moderatisme, dan demokrasi. Jakarta: Prenada Media.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1991). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. London: Penguin Books.
Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Hasan, N. (2018). Literatur Islam generasi milenial: Transmisi, jejaring, dan kontestasi. Yogyakarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Newbury Park, CA: SAGE Publications.
Nasrullah, R. (2018). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6.
Sandelowski, M. (2000). Whatever happened to qualitative description? Research in Nursing & Health, 23. (4), 334–340.
Schutz, A. (1967). The phenomenology of the social world. Evanston, IL: Northwestern University Press.
Seemiller, C., & Grace, M. (2019). Generation Z: A century in the making. New York, NY: Routledge.
Stake, R. E. (1995). The art of case study research. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Tapscott, D. (2009). Grown up digital: How the net generation is changing your world. New York, NY: McGraw-Hill.
Turkle, S. (2015). Reclaiming conversation: The power of talk in a digital age. New York, NY: Penguin Press.
Weber, M. (1978). Economy and society: An outline of interpretive sociology. Berkeley, CA: University of California Press.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Sumber Jurnal Ilmiah
Abdurrohim, Adiyono, & Ayuba, J. O. (2022). Islamic education ideology of pesantren: A case study in Hidayatullah Pesantren Balikpapan. Tadris: Jurnal Pendidikan Islam, 17(2), 1–25. https://doi.org/10.19105/tadris.v17i2.10186
Aidulsyah, F. (2023). The rise of urban Salafism in Indonesia: The social-media and pop culture of new Indonesian Islamic youth. Asian Journal of Social Science, 51(3), 1–10. https://doi.org/10.1016/j.ajss.2023.07.003
Abdurrohim, Adiyono, & Harun, M. (2023). Dissemination of faith in the early Muslim community in the Mecca period: An analysis of the process and its impact on Islamic faith education. International Journal Ihya' 'Ulum Al-Din, 25(2), 112–123. doi:10.21580/ihya.25.2.18199
Adiyono, & Abdurrohim. (2024). Resistance and resilience in changing Indonesia: The political struggle and movement of Hidayatullah. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 19(01), 91–116. doi:10.21274/epis.2024.19.01.91-116
Thohir, A., Supriadi, D., Arifin, F., & Septiadi, M. A. (2021). The struggle of Freemasonry and Islamic ideology in the twentieth century in Indonesia. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 16(1), 15–30. https://doi.org/10.21274/epis.2021.16.1.15-30
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2026 Abdurrohim Abdurrohim, Muhammad Aminul Umam (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










